Kamis, 03 Maret 2011

Berita Kriminal 1 (Di Mana Mubarak Sembunyi? )

JAKARTA (14/2)
Di mana Hosni Mubarak? Setelah mundur sebagai presiden Mesir pada Jumat pekan lalu, 11 Februari 2011, Mubarak diam-diam menghilang di balik panggung politik. Dia seolah lenyap.
Pertanyaan itu muncul saat seruan mengadili Mubarak kian gencar. Dia dianggap bertanggungjawab atas maraknya korupsi, dan pembunuhan para aktivis selama 30 tahun memerintah Mesir.

Aktivis lembaga Amnesty International di Jerman, Monika Lueke, siap menuntut Mubarak ke pengadilan bila dia datang ke negaranya. "Mubarak mewakili suatu sistem yang membuat banyak orang jadi korban penyiksaan, dan penganiayaan selama bertahun-tahun," kata Lueke seperti dikutip laman berita sify news.

Komisi HAM Parlemen Iran bahkan meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengadili Mubarak. "Komisi HAM menyerukan PBB membentuk tim pencari fakta menyelidiki tindak kriminal Presiden Mesir yang tersingkir itu, dan membawanya ke pengadilan internasional yang adil," demikian pernyataan Komisi HAM Iran seperti dikutip stasiun berita State TV

Mubarak tampak mengikuti jejak sejawatnya dari Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali. Setelah lunglai menghadapi revolusi dari rakyatnya pada 14 Januari lalu, Ben Ali mengundurkan diri dan, bersama keluarganya, diam-diam kabur dari istana presiden, yang telah dia huni selama lebih dari 23 tahun.

Ben Ali kemudian pergi mengungsi ke Arab Saudi. Tadinya dia ingin ke Prancis, tapi ditolak pemerintah setempat. Hingga kini belum ada cerita dari Ben Ali, meski pemerintahan sementara Tunisia mengeluarkan perintah penangkapan dirinya. Ben Ali diduga telah menggangsir banyak harta negara selama berkuasa. 

Kisah Mubarak pun hampir mirip. Sejak diberitakan meninggalkan Istana Presiden di Kairo, Mubarak tak lagi terlihat. Bermacam spekulasi muncul. Apakah dia masih di Mesir, atau sudah ke luar negeri. Apakah lelaki dengan usia 82 tahun itu masih sehat, atau kesehatannya memburuk.

Kalangan pejabat Amerika Serikat (AS) percaya klaim dari kolega-kolega mereka di Mesir, bahwa Mubarak saat ini, tak kabur ke luar negeri. Dia ditengarai berada di Sharm El Sheikh. Berjarak sekitar 510 kilometer dari Kairo, kota itu menjadi tetirahan favorit bagi Mubarak. 

Menurut harian The Washington Post, selama lima tahun terakhir, Mubarak pasti ke kota ini untuk bersantai selama satu dua hari setiap pekan. Kadang, dia bisa lebih lama dari itu.

Tak seperti Kairo yang padat penduduk, Sharm el-Sheik hanya dihuni 35.000 jiwa. Bila menggunakan transportasi darat, seperti bus, perjalanan dari Kairo ke Sharm antara 6-8 jam, sedangkan bila dengan menggunakan pesawat hanya memerlukan waktu sekitar satu jam.

Wilayah pesisir yang menghadap Laut Merah itu berjuluk “Kota Perdamaian” karena sering menjadi tuan rumah konferensi perdamaian. Bahkan Mubarak pernah mengadakan pertemuan negara-negara Timur Tengah di rumah peristirahatannya di Sharm El Sheikh.

Dulunya, kota ini dikuasai oleh Israel usai Perang Enam Hari pada 1967. Pasca perundingan damai Mesir-Israel 1979, Sharm El Sheikh beserta kota-kota lain di Semenanjung Sinai kembali ke pangkuan Mesir.

Tempat ini kini dipenuhi oleh hotel berbintang lima, dan aneka paket pariwisata diantaranya menyelam di Laut Merah. Namun, pasca demonstrasi yang berhasil  menggulingkan Mubarak, daerah ini sepi turis dan terlihat terabaikan.

Hotel-hotel kosong penyewa, jalanan sepi mobil, dan toko-toko banyak yang tutup. Beberapa hotel bahkan menawarkan diskon gila-gilaan untuk memancing tamu. Tak seperti di Kairo, di Sharm el-Sheik, warga memuja Mubarak, dan menyatakan sedih Mubarak turun.

Melansir dari laman The Guardian, sepanjang jalan menuju rumah peristirahatan tepi Laut Merah milik Mubarak ditanami pohon palem indah. Sejumlah warga lokal mengungkapkan bahwa Mubarak bisa menginap di suatu hotel mewah, dan bermain golf dengan leluasa di lapangan milik sahabatnya, Hussein Salem.  

Rumah peristirahatannya bukan yang terbesar di daerah itu. Tapi tentunya yang teraman, dengan puluhan penjaga, dan anjing pelacak yang bersiaga 24 jam setiap harinya. Kesiagaan para penjaga itu kadang menjadi penanda apakah Mubarak berada di tempat atau tidak. Jika terlihat ratusan tentara berjaga di sepanjang jalan, maka bisa dipastikan Mubarak tengah beristirahat di sana.

Berita Kriminal 2 (Soal Pemukulan, Dhani-Global TV ke Dewan Pers)

JAKARTA (1/3)

Kasus pengeroyokan yang dialami dua awak Global TV di depan rumah Ahmad Dhani dilimpahkan Kepolisian Sektor Kebayoran Lama ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Sementara itu, Ahmad Dhani berkukuh tak bersalah dan meminta Dewan Pers memutuskan soal kasus ini.

Pemimpin Redaksi Global TV Siane Indriani menyatakan, dalam pertemuan dengan Dhani di Mapolsek, kedua pihak bersepakat kasus ini juga akan diajukan ke Dewan Pers. "Kami akan mengajukan ke Dewan Pers karena ada perbedaan versi," kata Siane ditemui di Mapolsek Kebayoran Lama, Selasa 1 Maret 2011 dini hari.

"Dhani mengatakan, itu daerahnya dia. Dia tak tahu tindakan mengambil kamera itu salah. Biar Dewan Pers yang menentukan. Paling tidak kami sudah membuka dialog dengan Dhani. Makanya kami melaporkan ke Dewan pers. Kemungkinan besok," kata Siane.

Dhani sendiri, kata Siane, dalam pertemuan itu menyatakan 'Kalau saya salah, biar Dewan Pers yang menentukan saya salah.' "Intinya kami berdua sepakat ke Dewan Pers," kata Siane.

Sementara itu, saat keluar dari ruangan reserse kriminal Polsek Kebayoran Lama, Dhani tak mau berkomentar apa-apa. Dia langsung melangkah ke mobil Alphard berwarna silvernya. Dia terburu-buru masuk mobil, duduk di samping sopir. Mobil itu lalu melaju meninggalkan Mapolsek.

Sebelumnya, saat Siane dan Dhani bertemu di lantai dua Mapolsek itu, sempat kedengaran nada tinggi di dalam ruangan yang diduga dari Dhani.

Sebelumnya, pada pukul 21.30, dua awak Global TV, Noviyandi Kurniawan dan Syahriani, membuat laporan ke polisi telah dianiaya sejumlah pemuda di depan rumah Mulan Jameela yang berseberangan dengan rumah Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Yandi yang memegang kamera mengaku hendak dirampas kameranya oleh sejumlah pemuda setelah mengabadikan mobil yang ditumpangi Dhani memasuki halaman rumah Mulan. Baju Yandi kemudian sobek dan badannya lebam-lebam karena mempertahankan kameranya itu.

Setelah diambil berita acara pemeriksaan di Mapolsek, Yandi kemudian diberi surat pengantar visum oleh Polsek Kebayoran Lama. Di surat itu, ditulis Yandi merupakan korban pengeroyokan sebagaimana diatur Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Syahriani, rekan Yandi, yang menjadi reporter, menyatakan Dhani juga berperan dalam peristiwa itu karena mencoba merampas telepon genggamnya. Belakangan telepon dikembalikan, namun Dhani, kata Syahriani, menyandera kunci mobil Global TV.

Berita Kriminal 3 (Curanmor Beraksi Lepas Maghrib)

JAKARTA (25/2)
Pencurian motor di Jakarta kian meningkat. Maling motor ini paling sering beraksi mulai pukul 18.00 WIB-06.00 WIB atau selepas maghrib hingga pagi hari.

"Pencurian kendaraan bermotor rata-rata terjadi mulai pukul 18.00 WIB sampai dini hari," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Data Biro Operasi Polda Metro Jaya pada tahun 2010, pencurian motor terjadi sebanyak 9.112 kasus. Dari angka tersebut, 2.030 kasus terjadi pada pukul 03.00-06.00 WIB.

Pada pukul 24.00-03.00 dini hari, pencurian motor terjadi 1.406 kasus. Kemudian pada pukul 21.00-24.00 malam, pencurian motor mencapai 1.229 kasus.

Sedangkan pada pukul 18.00-21.00 malam, pencurian terjadi sebanyak 1.727 kasus. Pada sore hari dan pagi hari, pencurian motor juga terjadi.

"Tapi tidak sesering seperti pukul 18.00-06.00 WIB," katanya.

Jam kerawanan juga terpetakan sama pada pencurian mobil. Di mana 487 kasus dari 1.598 kasus pencurian mobil terjadi paling banyak pada pukul 03.00-06.00 WIB.

Pada pukul 24.00-03.00 WIB, pencurian mobil terjadi sebanyak 342 kasus. Kemudian pada pukul 21.00-24.00 WIB, pencurian mobil terjadi sebanyak 182 kasus.

Untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, polisi rutin melakukan patroli di masing-masing wilayah per Polsek. "Patroli ini rutin kita lakukan," ucap Baharuddin.

Polisi juga dibantu oleh Babinkamtibmas dalam mengontrol situasi keamanan penduduk pada malam hari.

"Kita juga mengedepankan Hansip, Siskamling untuk membantu mengawasi keamanan perumahan," terangnya.

Polda Metro juga mengimbau kepada para pengendara untuk memberikan pengamanan ganda pada kendaraannya, disamping kunci kontak.

"Untuk motor, bisa dipasang lagi kunci pada cakram. Kalau mobil, dikunci stirnya," sarannya.

Berita Budaya 1 (Setelah Mesir, Kini Giliran Aljazair)

JAKARTA (14/2)
Ketua Liga untuk Mempertahankan Hak Azasi Manusia, Ali Yahia Abdenour, seperti dikutip dari Gulf News, mengatakan di antara mereka yang ditahan terdapat sejumlah wartawan asing.
Para pemrotes itu menuntut perubahan demokratis, dan bentrok dengan polisi pada Sabtu 12 Februari kemarin. Mereka meminta Presiden Abdul Aziz Bouteflika turun.
Partai oposisi mengatakan para demonstran telah membuat satu titik balik penting bagi negeri itu. Mereka berani menabrak larangan aksi massa yang selama ini diatur oleh Undang-Undang Darurat. Aljazair telah dicengkeram aturan itu sejak 1992.  Tapi kali ini larangan yang berulangkali diteriakkan rezim itu seakan tak didengar rakyat.
“Demonstrasi ini berhasil karena telah sepuluh tahun rakyat tak bisa menggelar aksi massa di Aljazair, dan itu menjadi halangan mental,” ujar Ali Rachedi, bekas pemimpin Front Partai Kekuatan Sosialis. “Rasa takut telah lenyap”.
Para penggerak aksi itu mengatakan sekitar 26.000 polisi anti huru hara diturunkan untuk membubarkan aksi massa pada Sabtu lalu. Tapi, sekitar 10.000 orang berhasil menerobos rintangan polisi. Mereka menyelinap, dan melompat barikade, lalu berkumpul di pusat kota sebelum aksi protes dimulai. Para pejabat Aljazair mengatakan jumlah pemrotes hanya 1.500 orang.
Pemimpin aksi Rally untuk Budaya dan Demokasi, Said Sadi, mengatakan jumlah polisi yang diterjunkan rezim Aljazair untuk menghalangi aksi mereka adalah bukti ketakutan penguasa. “Kami akan melanjutkan demonstrasi, dan terus melawan penguasa sampai mereka tumbang,” ujar Sadi.
Fadil Bamaleh, Sekretaris Jenderal Koordinasi untuk Perubahan Demokratik di Aljazair (CDCA) mengatakan kepada Gulf News larangan demonstrasi di Aljazair yang diterapkan selama dua pekan lalu oleh rezim adalah ilegal. Organisasinya akan mengacuhkan larangan itu.
Bamaleh mengatakan ribuan demonstran dari sekujur negeri itu datang ke Lapangan 1 Mei. Mereka menunjukkan kepada penguasa jika rakyat Aljazair tak lagi bisa menerima larangan yang mengekang kebebasan dan hak berekspresi.
Bamaleh mengatakan sekitar 18 organisasi non-pemerintah terdiri dari wakil  pemuda, aktivis HAM, keluarga tahanan politik serta orang hilang, telah membentuk grup di Facebook untuk menuntut perubahan rezim di Aljazair.
"Pembentukan grup semacam itu sebelumnya telah menumbangkan rezim dikattor di Tunisia dan Mesir. Perkembangan yang berani di kedua negara Arab itu, betapapun, punya dampak positif kepada anggota grup. Kami berniat tak akan menghentikan aksi protes di sekujur negeri, sebelum rezim ini jatuh,” ujarnya.
Bamaleh mengatakan, selaku presiden, Bouteflika telah gagal menjalankan demokrasi dan mendorong pembangunan ekonomi dan sosial yang sangat mendesak di negara itu.
Demonstrasi di Aljazair itu berlangsung sehari setelah rakyat Mesir merayakan mundurnya Presiden Housni Mubarak. Menurut harian The New York Times, para demonstran di Lapangan 1 Mei kompak berteriak, "Bouteflika mundur!". Para demonstran juga berteriak, "Kemarin Mesir, Hari Ini Aljazair."

Berita Budaya 2 (Sejarah Tari Pendet)

BEKASI (1/3)
Tari Pendet termasuk dalam jenis tarian wali, yaitu tarian Bali yang dipentaskan khusus untuk keperluan upacara keagamaan. Tarian ini diciptakan oleh seniman tari Bali, I Nyoman Kaler, pada tahun 1970-an

yang bercerita tentang turunnya Dewi-Dewi kahyangan ke bumi. Meski tarian ini tergolong ke dalam jenis tarian wali namun berbeda dengan tarian upacara lain yang biasanya memerlukan para penari khusus dan terlatih, siapapun bisa menarikan tari Pendet, baik yang sudah terlatih maupun yang masih awam, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa. Pada dasarnya dalam tarian ini para gadis muda hanya mengikuti gerakan penari perempuan senior yang ada di depan mereka, yang mengerti tanggung jawab dalam memberikan contoh yang baik. Tidak memerlukan pelatihan intensif.

Pada awalnya tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura, yang menggambarkan penyambutan atas turunnya Dewa-Dewi ke alam marcapada, merupakan pernyataan persembahan dalam bentuk tarian upacara. Lambat laun, seiring perkembangan zaman, para seniman tari Bali mengubah tari Pendet menjadi tari “Ucapan Selamat Datang”, dilakukan sambil menaburkan bunga di hadapan para tamu yang datang, seperti Aloha di Hawaii. Kendati demikian bukan berarti tari Pendet jadi hilang kesakralannya. Tari Pendet tetap mengandung anasir sakral-religius dengan menyertakan muatan-muatan keagamaan yang kental. Dan tari pendet disepakati lahir pada tahun 1950.

Tari Pendet Sakral

Biasanya Tari Pendet dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh para putri, dan lebih dinamis dari tari Rejang. Ditampilkan setelah tari Rejang di halaman Pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih). Para penari Pendet berdandan layaknya para penari upacara keagamaan yang sakral lainnya, dengan memakai pakaian upacara, masing-masing penari membawa perlengkapan sesajian persembahan seperti sangku (wadah air suci), kendi, cawan, dan yang lainnya.

Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Wayan Dibia, menegaskan bahwa menarikan tari Pendet sudah sejak lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu Bali.

Tarian ini merupakan tarian yang dibawakan oleh sekelompok remaja putri, masing-masing membawa mangkuk perak (bokor) yang penuh berisi bunga. Pada akhir tarian para penari menaburkan bunga ke arah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau memulai suatu pertunjukkan (1999: 47).

Pencipta atau koreografer bentuk modern tari Pendet ini adalah I Wayan Rindi (?-1967), merupakan penari yang dikenal luas sebagai penekun seni tari dengan kemampuan menggubah tari dan melestarikan seni tari Bali melalui pembelajaran pada generasi penerusnya. Semasa hidupnya ia aktif mengajarkan beragam tari Bali, termasuk tari Pendet kepada keturunan keluarganya maupun di luar lingkungan keluarganya.

Menurut anak bungsunya, I Ketut Sutapa, I Wayan Rindi memodifikasi Tari Pendet sakral menjadi Tari Pendet penyambutan yang kini diklaim Malaysia sebagai bagian dari budayanya. Keluarga I Wayan Rindi sangat menyesalkan hal ini. Semasa hidupnya I Wayan Rindi tak pernah berpikir untuk mendaftarkan temuannya agar tak ditiru negara lain.

Tari Pendet Penyambutan

Di samping belum ada lembaga hak cipta, tari Bali selama ini tidak pernah dipatenkan karena mengandung nilai spiritual yang luas dan tak bisa dimonopoli sebagai ciptaan manusia atau bangsa tertentu. Dalam hal ini, I Ketut Sutapa, dosen seni tari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali mengharapkan pemerintah mulai bertindak untuk menyelamatkan warisan budaya nasional dari tangan jahil negara lain.

Menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan sejarah seharusnya lebih proporsional dari pendekatan ilmu pengetahuan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), karena HAKI adalah produk budaya barat yang baru eksis kemudian. HAKI tidak cukup layak mengamankan produk-produk budaya sebelum HAKI didirikan, apa lagi pemanfaatannya lebih berorientasi kolektifitas, bukan individualitas seperti paham budaya barat.

HAKI tidak akan sepenuhnya dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat beradab dan bermartabat. HAKI diarahkan untuk kepentingan ekonomis, sedangkan produk-produk budaya Indonesia lebih berorientasi kepentingan sosial.

Berita Budaya 3 (Sejarah Pencak Silat JawaBarat)

BEKASI (1/3)
Sejak dulu Cianjur dikenal dengan Seni Bela Diri Pencak Silat yang menghasilkan berbagai aliran terkenal, antara lain aliran Cikalong, Cimande dan Sabandar. Pencipta dan penyebar aliran Pencak Silat Cikalong adalah R. Djajaperbata atau dikenal dengan nama R.H. Ibrahim. Aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan rasa yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan dan dapat melumpuhkannya.

Ciri lain adalah ilmu pukulan (ulin peupeuhan-bahasa sunda) yang mengandalkan kecepatan gerak dan tenaga ledak. R.H. Ibrahim meninggal tahun 1906 dimakamkan di pemakaman keluarga Dalem Cikundul, Cikalong Kulon Cianjur. Pada era yang sama, di Cianjur muncul tokoh Pencak Silat bernama Muhammad Kosim di Kampung Sabandar Karang Tengah Cianjur dikenal sebagai Mama Sabandar. Salah satu ciri aliran ini adalah kemahiran dalam mengeluarkan tenaga yang dikenal dengan nama Liliwatan.

Dalam perkembangannya, Pencak Silat Cianjur menghasilkan aliran-aliran baru seperti aliran Cikaret, Bojongherang dan lain-lain. Dalam dunia persilatan, Cianjur banyak menghasilkan tokoh-tokoh antara lain: R. Abah M. Sirod, R. Didi Muhtadi (Gan Didi), R.O. Saleh (Gan Uweh), Abah Aleh, R. Idrus, R. Muhidin dan masih banyak lagi. Sedangkan tokoh Maenpo (Pencak Silat Peupeuhan) antara lain : Rd. H. Ibrahim, H. Toha, Aa Dai, Wa Acep Tarmidi, Abah Salim, Adung Rais dan yang lainnya.

Berita Politik 1 (PPP : Pidato SBY bentuk ketidaknyamanan)

JAKARTA (01/02)
Partai Persatuan Pembangunan atau PPP menyebut apa yang disampaikan oleh Presiden SBY perihal kritiknya terhadap mitra koalisi merupakan bentuk ketidaknyamanan terhadap mitra koalisi yang selalu berbeda sikap dalam berbagai keputusan di legislatif.
Menurut Irghan PPP tidak mau berkomentar lebih jauh, karena sesungguhnya PPP merasakan langkah dan sikap politik tidak melanggar kesepakatan yg ada, tetap taat dan setia mengawal pemerintahan SBY sampai 2014. PPP lanjut Irghan, merasa yakin komentar SBY ini bukan ditujukan kepada PPP. Sedang mengenai tudingan kepada partai lain yang tergabung di sekretariat gabungan, PPP tidak akan mencampuri atau ikut terdorong mengkritisi partai lain yg berbeda pandangan khususnya dg Partai Demokrat dan SBY. "Pidato SBY hendaknya ditangkap sebagai sinyal bhw keutuhan koalisi diperlukan dalam menjaga semangat pemerintahan, karena bagaimanapun partai koalisi telah dilibatkan didalam kabinet pemerintah SBY Boediono," ujarnya.

Berita Politik 2 (Anggota DPR tantang Ahmadiyah)

JAKARTA (25/2)
Polemik seputar ajaran Ahmadiyah belum juga terselesaikan. Beberapa kelompok Islam mendesak agar Ahmadiyah dibubarkan.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Ramadhan Pohan meminta agar kelompok kelompok Islam yang menginginkan hal tersebut untuk datang ke DPR.

"Kalau hal seperti ini, bapak punya wakil di DPR sampaikan di DPR. Saya bukan pengikut Ahmadiyah, tahu ajaran Ahmadiyah, saya sedih di sana. Namun persoalan ini harus kita selesaikan secara konstitusional," kata Ramadhan saat diskusi bertajuk Akankah Revolusi Sampai Ke Indonesia, Rabu (24/2/2011).

Terkait Ahmadiyah, diakui Ramadhan, SBY pernah memanggil anggota DPR termasuk dirinya.

Hingga saat ini, masalah Ahmadiyah dianggap masih sangat kompleks. Pasalnya jumlah pengikutnya di Indonesia mencapai sekira 500 ribu orang.

"Mereka tetap mengaku Islam. Mari kita melakukan dialog pencerahan, tidak bisa gunakan kekerasan akan jadi preseden buruk," tambahnya.

Berita Politik 3 (Dipo Tolak Minta Maaf)

JAKARTA (2/3)
Dewan Pers hari ini(2/3)akan mengundang Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Selain Dipo, Dewan Pers juga mengundang Media Group, dan akan mempertemukan kedua belah pihak yang berseteru ini jika memungkinkan.

Dipo Alam mengaku tenang dalam menyikapi rencana pertemuan dengan Media Group. "Aman tidak aman, saya tenang saja," kata Dipo di Kantor Presiden, Rabu, 2 Maret 2011.

Meski akan dipertemukan, Dipo tetap menyatakan ketegasannya tidak akan meminta maaf kepada Media Group. Menurut Dipo, pertemuan di Dewan Pers bukan sebuah ajang untuk saling memaafkan.

"Saya tidak mau minta maaf. Penegasan saja bahwa kami akan saling koreksi," ujar bekas aktivis ini.

Perseteruan ini sendiri bermula dari ucapan Dipo Alam yang mengatakan ada media yang selalu mendiskreditkan Pemerintah. Pemberitaan di media tersebut selalu membuat kesan Indonesia sebagai negara yang tidak aman. Dipo kemudian mencontohkan peliputan dari tiga media, yaitu Metro TV, Media Indonesia, dan tvOne. Dipo lalu mengajak perusahaan pemerintah memboikot iklan untuk tiga media ini.

Metro TV dan Media Indonesia kemudian melakukan somasi dan melaporkan Dipo Alam ke Polda Metro Jaya. Dipo dianggap kedua media itu melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik dan diminta untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Berita Olahraga 1 (Nasib Kim Jeffrey Kurniawan)

JAKARTA (26/2)
Persema Malang telah mengadukan penahanan sertifikat WNI milik Kim Jeffrey Kurniawan pada Kementrian Pemuda dan Olahraga. Kemenpora menyatakan akan membantu memfasilitasi pembebasan sertifikat tersebut.

Kim yang berayah Indonesia dan beribu Jerman mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada 6 Desember 2010. Awalnya, Kim diprospek untuk masuk timnas Indonesia, tetapi keputusannya membela Persema yang bermain di LPI membuat peluang masuk timnas praktis musnah.

Belakangan sertfikat WNI kepunyaan dia malah ditahan oleh PSSI. Menurut keterangan Timo Scheunemann, SK WNI milik Kim kabarnya diberikan BTN (Badan Tim Nasional) pada Nurdin Halid, namun Kim keburu gabung LPI sebelum menerima sertifikat tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan kubu Persema Malang untuk mendapatkan serifikat WNI kepunyaan pemainnya adalah dengan melapor ke Kementrian Pemuda dan Olahraga dan mendatangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Diungkapkan Media Officer Persema Malang, Asmuri, pertemuan dengan Kemenpora membuahkan hasil memuaskan. Kemenegpora akan memfasilitasi penyelesaian penyitaan sertifikat WNI Kim dengan memanggil Badan Tim Nasional (BTN).

"Menegpora berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan memanggil BTN, diharapkan sertifikat Kim bisa keluar kembali," jelas Asmuri kepada wartawan sebelum melepas puluhan pecinta bola berangkat ke Jakarta di Stadion Gajayana, Selasa (22/2/2011).

Berita Olahraga 2 ("Biar Saja Dirumorin, Biar Adik Saya Senang")

JAKARTA (13/3)

Beredar kabar nepotisme di Kejaksaan Agung.  Kedudukan Wisnu Subroto sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen adalah adik kandung Jaksa Agung, Hendarman Supandji, Hendardji Supandji.

"Darimana [informasi itu]? Saya malah belum tahu, saya belum pernah berbicara masalah itu," kata Jaksa Agung, Hendarman Supanji di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta, Jumat 13 Maret 2009.

Hendarman membantah rumor yang beredar. "Biar saja adik saya dirumorin biar dia senang," tambah dia. Apalagi, lanjut Hendarman, masa pensiun Wisnu Subroto masih lama.

"Kalau secara struktural dia pensiun sampai Mei 2011, itu ketentuannya. Tapi itu tergantung beliau, minggu depanpun mau pensiun bisa," kata Hendarman. Dalam UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan, usia pensiun jaksa adalah 62 tahun. "Kalau bulan depan usia dia [Wisnu] masih 60," Hendarman menambahkan.

Berita pergantian jaksa agung muda intelijen berhembus, diantaranya melalui pesan pendek. Dikatakan Wisnu Subroto akan pensiun pada April 2009. Kejaksaan Agung sudah mengajukan penggantinya dari luar kejaksaan yakni Mayor Jenderal Hendardji Supandji, mantan Komandan Polisi Militer, yang juga adik kandung Hendarman. Surat pengajuan Hendardji diberitakan sudah diajukan ke Menteri Pertahanan dan Presiden Yudhoyono.

Hendarman merupakan anak kedua, sedangkan Hendardji adalah anak keempat dari enam bersaudara. Mayor Jenderal Hendardji saat ini masih menjabat Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat. Hendardji juga menduduki posisi wakil ketua umum di Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Pusat.

Berita Olahraga 3 (Curhat Nurdin di depan Wakil Rakyat)

JAKARTA (2/3)
Dengan suara bergetar dan mata memerah, Nurdin Halid mengaku terancam. Pria yang terus menerus didemo agar turun dari kursi Ketua Umum PSSI itu mengaku menerima pesan pendek (SMS) yang isinya ancaman pembunuhan.

"Jiwa saya terancam, saya menerima SMS yang isinya mengancam akan membunuh saya. Keluarga saya juga diancam," kata Nurdin sambil menitikkan air mata saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Nurdin mengakui ada sejumlah orang yang telah mengancam dan menerornya. Salah satu pengancamnya itu adalah petinggi di negara ini. Nurdin pun siap buka-bukaan asalkan diberi perlindungan hukum oleh DPR.

"Saya akan beberkan siapa petinggi negeri ini yang mengancam saya akan saya buka di sini, asal saya mendapat perlindungan dari Komisi X karena DPR punya hak imunitas," kata Nurdin dengan mata berkaca-kaca.

Sejumlah anggota DPR mengusulkan agar persoalan ancaman itu dibicarakan dalam forum tertutup. Namun anggota Komisi X yang lain tetap menginginkan agar hal itu dibicarakan dalam forum terbuka namun tidak menyebutkan nama.

Berita Sosial 1 (Penertiban PMKS)

JAKARTA(28/2).
Penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) mulai dilakukan lagi oleh Sudin Sosial dan Sudin Satpol PP Jakarta Pusat. Sejak Januari hingga Januari 2011. Instansi tersebut menertibkan 310 orang yang dikategorikan PMKS seperti gelandangan, pemulung, pengemis, anak jalanan, penderita stres atau psykotlk. pelacur, warta, dan Joki 3 in 1.
Senin (14/2) kemarin, sebanyak 14 PMKS disapu dari sejumlah lokasi protokol seperti Harmoni. Isllqlal. Patung Tugu Tani, dan kawasan Stasiun Gambir. Bundaran Hotel Indonesia, dan kawasan Atrium Senen. Demikian dikatakan Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sudin Sosial Jakarta Pusat. Andi Muchdar, kemarin siang. Joki 3 ln 1 dan gelandangan merupakan PMKS yang paling banyak ditertibkan.
Andi mengatakan, PMKS yang terjaring Itu selanjutnya diserahkan ke panti sosial di Kedoya. Jakarta Barat, dan Cakung. Jakarta Timur. "DI panti sosial mereka akan dibina dan diberi keterampilan agar setelah keluar dari panti tidak akan turun lagi ke Jalan melainkan bisa menggunakan keterampilannya Itu untuk mencari nafkah." tutur Andi.Menurut Andi. PMKS yang ditertibkan kemarin kebanyakan pendatang dari sejumlah daerah seperti Cirebon. Semarang. Palembang. Depok, dan Tasikmalaya. Tidak tertutup kemungkinan mereka dikembalikan ke daerah asal masing-masing.
Salah seorang pemulung yang terjaring razia di Harmoni. Paimin (62). marah atas penangkapan dirinya. Ia protes karena apa yang dilakukannya dengan memulung barang bekas justru bermanfaat bagi lingkungan. "Saya kan tidak mengotori Jalan. Justru membersihkan lingkungan, lalu mengapa gerobak dan karung saya diangkut semuanya? Lalu bagaimana saya mau bayar kontrakan rumah?" katanya. Paimin meminta aparat tidak asal garuk dan lebih cermat dalam melaksanakan tugas. "Saya kan keliling, mengapa ditangkap Juga?" protesnya,

Berita Sosial 2 (Potret Kehidupan Pemulung oleh Y. Argo Twikromo)

JAKARTA(28/2)
Adakah yang bercita-cita jadi pemulung jalanan? Tentu tak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan hidup menjadi pemulung. "Profesi" sebagai pemulung jalanan bukanlah pilihan. Mereka yang menjalaninya karena terpaksa untuk sekadar bertahan hidup, yang tanpa perlindungan hukum, tanpa tempat tinggal, dan tanpa masa depan. Buku ini pada awalnya adalah tesis untuk memperoleh gelar master of arts pada Ateneo de Malina University. Dengan cermat, Y. Argo Twikromo, penulis buku ini, tidak hanya memotret kehidupan pemulung jalanan, terutama di Kota Yogyakarta, tapi juga memetakan di mana sesungguhnya posisi pemulung jalanan dalam budaya dominan masyarakat kota. Pemulung jalanan didefinisikan sebagai orang jalanan yang mempunyai pekerjaan utama sebagai pemulung untuk mendukung kehidupannya sehari-hari. Mereka tidak punya tempat tinggal, tidak punya keluarga, tidak memiliki kewajiban formal, dan tidak terdaftar di unit administrasi pemerintahan. Mereka bagaikan warga negara tanpa tanah air karena, sebagai warga kota, keberadaan mereka hampir tidak pernah mendapatkan perlindungan hukum yang pantas dari tekanan internal dan eksternal. Malah mereka sering mengalami intimidasi dan perlakuan kasar dari aparat pemerintah. Sementara itu, bagi masyarakat kota, gaya hidup pemulung jalanan dianggap negatif, dan dipandang sebagai biang permasalahan sosial, seperti kekumuhan, keresahan sosial, dan kriminalitas. Dalam menghadapi tekanan budaya dominan masyarakat kota yang direkomendasi oleh sejumlah peraturan pemerintah, pemulung jalanan punya sejumlah strategi untuk mengurangi tekanan atau melawan dominasi yang kadang berbeda satu sama lain. Strategi tersebut antara lain berpura-pura mematuhi peraturan atau perintah petugas, berpura-pura mau mengikuti transmigrasi, bergaya seperti orang bodoh, bergaya sebagai wisatawan, dan membentuk penampilan seperti tukang becak atau bakul. Pada kenyataannya, penanganan oleh pemerintah dengan razia lalu ditampung di penampungan sosial, diberikan pelatihan, kemudian ditransmigrasikan atau dipulangkan ke daerah asal, berdasarkan studi dalam buku ini, tidak efektif. Terbukti, pemulung setelah menjalani pelatihan di penampungan sosial, kembali ke jalanan. Bahkan yang sudah ikut transmigrasi akhirnya pulang dan kembali ke profesi semula. Adapun untuk kembali ke daerah asal, pemulung jalanan menghadapi permasalahan yang belum selesai di tempat asalnya.

Berita Sosial 3 (Anjal Kota Bekasi setor Rp. 10.000,- / hari)

BEKASI(25/2)
Ratusan anak jalanan (anjal) berkeliaran di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka mengaku dikoordinir dan harus setor uang ke koordinatornya minimal Rp 10.000/hari.
Mereka biasanya ada di persimpangan jalan dan memulai aksinya saat lampu merah, di pintu mal maupun di tempat-tempat parkir.”Saya harus dapet duit, kalau nggak ntar bos saya marah,” kata Neni, anjal di depan Mal Metropolitan Bekasi.
Neni mengaku bosnya punya 26 anak asuh yang harus setor uang masing-masing Rp 10 ribu/hari. “Uang itu dikumpulin untuk bayar kontrakan rumah tempat tinggal anak-anaknya. Nanti malam pulang trus besok jam 9 pagi dianter ke tempat mangkal,” katanya.
Ia mengaku tinggal di kontrakan bukan hanya dengan anak-anak sebayanya saja tetapi ada pula 7 orang dewasa termasuk lansia yang tugasnya meminta-minta. “Kalau yang ngemis gitu setorannya bisa Rp 15 ribu/hari,” lanjutnya
Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan apalagi Dinas Sosial Bekasi mengaku kesulitan menangani masalah tersebut karena sudah berulangkali merazia dan melakukan pembinaan. “Di sini kesulitan kita, ketika mereka telah diberikan pembinaan, mereka pasti kembali lagi kejalanan, karena mereka merasa lebih nyaman hidup dijalanan,”ungkap kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Abdul Iman kepada wartawan.
Selain karena merasa hidup bebas di jalanan, kata Iman, anak jalanan ini juga dapat memiliki penghasilan yang lebih besar, sehingga mereka pun merasa betah ketikak harus hidup di jalanan,”Sehari meraka bisa dapat Rp40 sampai Rp50 ribu,bahkan tidak jarang mereka di suruh oleh orang tuanya untuk mencari uang dijalanan,”papar Iman.
Sesuai data yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kota Bekasi pada tahun 2010, jumlah Gepeng sebanyak 902, pengamen dan anak jalanan sebanyak 313. Mereka tersebar di beberapa titik di Kota Bekasi, seperti di Metropolitan Mal, Sepanjang jaya, Grand Mal, Bulak Kapal dan pasar Pondok Gede.
Untuk itu, kata Iman Dinas Sosial akan selalu melakukan pembinaan terhadap anak jalanan dan gepeng, pada tahun 2011 ini, Dinsos akan membuat program pelatihan komputer untuk anjal,”Tahun 2010 kemarin, kita membuat pelatihan menyablon, 2011 ini kami berencana akan membuat program perakitan komputer, tetapi ini sedang kami susun dulu prosesnya bagaimana,”lanjut Iman lagi.

Berita Ekonomi 1 (Pertumbuhan Kredit PT BTPN)

JAKARTA(27/2)
PT Bank Tabugan Pensiunan Nasional (BTPN) mencatat pertumbuhan kredit hingga mencapai 48 persen pada 2010 menjadi Rp23,3 triliun dari Rp15,7 triliun pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama BTPN, Jerry Ng di Jakarta, Senin mengatakan, pada 2011 BTPN tetap konsisten untuk mengembangkan bisnis pensiun dan usaha mikro dan kecil (UMK) melalui penyaluran kredit dan program-program pemberdayaan dan pengembangan kapsitas.
"BTPN telah mempersiapkan modal yang cukup untuk menghadapi pertumbuhan bisnis 2011, Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) pada 2010 mencapai 23,40 persen," katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit yang pesat didukung oleh pertumbuhan dana masyarakat (dana pihak ketiga/DPK) pada 2010 mencapai R25,5 triliun atau tumbuh 38 persen (yoy).
"Walaupun penyaluran kredit tumbuh signifikan, perusahaan senantiasa menerapkan asas kehati-hatian tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sebesar 0,48 persen," paparnya.
Sementara itu, lanjut dia, aset BTPN juga mengalami peningkatan signifikan mencapai Rp34,5 triliun atau meningkat 55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,3 triliun.
Jerry mengatakan, Pertumbuhan kredit yang tinggi dengan kualitas yang terjaga membuahkan peningkatan laba bersih BTPN mencapai Rp836 miliar pada 2010 atau tumbuh signifikan sebesar 99 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp420,4 miliar.
Sementara untuk mengembangkan wirausaha di Indonesia BTPN melaksanakan Pelatihan Wirausaha (PW) ke 175 di kantor BTPN cabang Bengkulu.
Corporate Secretary BTPN, Rizal Algamar mengatakan secara keseluruhan penerima manfaat sejak program ini diluncurkan pada 2010 mencapai sebanyak 4.297 nasabah.

Berita Ekonomi 2 (Masa Depan Industri Rokok)

JAKARTA (28/2)
Industri rokok di sidoarjo berskala home industri kecil kini bakalan terancam karena adanya rencana pemerintah yang akan menaikkan cukai rokok hingga 5%, dengan kenaiakkanya ini maka secara otomatis akan membuat beban produksi membengkak, di khawatirkan akan banyak home industri rokok di sidoarjo yang akan gulung tikar.
Rencananya harga jual rokok akan di naikkan karena untuk mengurangi beban produksi yang di keluarkan oleh home industri rokok, secara perhitungan kenaikkan harga jual rokok di perkirakan naik 5% juga, ujar Amin Wahyudi selaku sekertaris perkumpulan asosiasi pengusaha rokok sidoarjo pada 16 oktober 2010.
Pemerintah rencananya akan menaikkan cukai rokok pada januari 2011 mendatang, sebenarnya para pengusaha sudh mengaku biasa dengan kenaikkan ini karena memang setiap tahun cukai rokok selalu naik secara berkala, tetapi mereka akan terus berupaya tetap menjaga kualitas rasa rokok produksi sidoarjo ini.
Ternyata pasar yang di ambil oleh para pengusaha rokok sidoarjo telah mencakup banyak kota-kota besar misalnya lampung medan, sumatera dan sulawesi yang menurut mereka di kota tersebut merupakan pasar yang sangat petensial untuk memasarkan produksi rokok mereka.

Berita Ekonomi 3 (Perekonomian Indonesia 2011)

JAKARTA(27/2)
Pengamat ekonomi Aviliani memperkirakan roda perekonomian Indonesia pada tahun 2011 akan berjalan baik. Bahkan pertumbuhan ekonomi di tahun ini berpotensi mengalami tren kenaikan sampai dengan empat tahun mendatang. Menurut Avi, hal demikian bisa terjadi karena Indonesia diuntungkan oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, faktor utama yang berpengaruh adalah krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Krisis ini telah menyebabkan terjadinya defisit anggaran dalam jumlah besar. Recovery terhadap krisis yang berjalan lamban juga membawa keuntungan tersendiri bagi perekonomian nasional. Kemampuan bertahan dari hantaman krisis membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu dari sedikit negara yang dapat memberikan keuntungan investasi besar.